Minggu, 25 Januari 2009

Ikhlas



Manusia harus bisa menerima setiap kondisi yang akan dan pasti dilaluinya sepanjang hidup di dunia. Namun, ketika kondisi pelik dan kondisi yang tidak menyenangkan datang menyapa, biasanya manusia menanggapinya dengan berkeluh kesah dan terkadang sedih yang berkepanjangan.


Sehingga menjadi buah pikiran yang dapat mengganggu rutinitas yang dijalani. Dan semakin nistanya manusia, tatkala menghakimi Allah sebagai zat yang tidak adil..


Na’udzubillah…


Padahal, sudah sunatullah dimana ada kesulitan, pasti ada kemudahan sesudahnya..dan begitu sebaliknya…Tapi karena memang tabiat jiwa manusia yang cendrung pada suatu kemudahan, kesenangan dan kelancaran hidup, sehingga satu saja kesulitan yang ada menyebabkan manusia dengan cepat berpaling.


Dan sungguh beruntung, jika hamba-hambaNya mampu bertahan dengan segala kondisi yang ada..karena memang kita selaku hambaNya tak bisa memilih akan takdir apa yang akan dijalani..Dan sesungguhnya, segala ketakutan, kekhawatiran dan kecemasan, sangat jauh berkurang ketika gelombang otak dan jiwa kita sedang berada dalam kondisi yang lebih ikhlas..

Jumat, 02 Januari 2009

Seperti tahun-tahun sebelumnya,
tahun baru merupakan momen pergantian tahun yang tak luput dari berbagai perayaan meriah di berbagai belahan dunia...

Alangkah indahnya momen itu kita lewatkan dengan sedikit perenungan dan muhasabah diri....

Menilik kembali perjalanan hidup yang sudah dilalui setahun lampau...

Dari sekian harapan yang direncanakan untuk dapat terealisasi dan harapan-harapan lain yang ingin diwujudkan di tahun-tahun yang akan datang....

Namun dari seluruh harapan itu, sudahkah landasannya semata-mata untuk menggapai ridho Ilahi...??? SUDAHKAH...???
Pertanyaan ini benar-benar menyentak relung hatiku...

Banyak hal yang membuat kita patut berucap syukur, tidak sekedar di lisan tapi juga berupa pembenaran di hati berwujud keyakinan yang semakin kuat atas segala kemurahan_Nya....

Dia tidak pernah berharap lebih pada hamba-hamba_Nya. Dia hanya memiliki sedikit pinta. Dia hanya mau hamba_Nya beribadah penuh kepasrahan diri dan selalu yakin akan keberadaan_Nya. Dia tidak pernah berharap lebih, sedikit saja terucap rasa syukur dari bibir seorang hamba atas karunia_Nya, justru Ia semakin menambah kenikmatan itu dengan yang lebih baik dari nikmat sebelumnya...

Alangkah Agungnya Dia yang Maha Kuasa atas segala perkara....

Tidakkah kita merasa malu pada_Nya
Pantaskah kita berkeluh kesah dan berputus asa Atas takdir_Nya, jika dibanding dengan segala kemudahan yang telah dan masih akan diberi_Nya untuk kita...???
Pantaskah kita menyalahkan takdiryang telah ditetapkan_Nya untuk kita dikehidupan ini...??? PANTASKAH...???

Cintailah Dia seperti halnya kita mampu mencintai diri sendiri dan orang lain, bahkan seharusnya bisa lebih dari itu semua...

Mulailah mengingat-ingat dan mensyukuri kembali satu persatu nikmat_Nya pada hidup kita hingga deti ini....

Nikmat hidup dengan udara segar berlimpah di sekeliling kita, nikmat karena masih dicukupkan kebutuhan lahiriah kita, nikmat dengan masih tersedianya kesempatan untuk bisa berkumpul bersama keluarga tercinta.
Dan banyak kenikmatan lainnya, yang kalau kita mau jujur, pasti tidak terhitung jumlahnya.
Namun tiada kata terlambat untuk bisa berbuat lebih baik dari sebelumnya...

Cobalah menyadari sedikit demi sedikit kelemahandan kekhilafan kita, yang tanpa disadari terkadang membuat kita lupa. Apalagi kira-kira yang patut kita perbaharui dalam hidup dan kehidupan kita. Sehingga terkadang menjadi penghalang bagi_Nya untuk bisa lebih mencintai kita, membuat mata hait kita buta dan hampa untuk sekedar manghayati keAgungan segala ciptaan_Nya....

Mulailah saat ini juga, jangan pernah menunda walau sedetik saja, karena sesungguhnya kematianpun tak pernah ditunda kapan saatnya menghampiri kita...